Kepolisian Daerah Metro Jaya akan mengakomodir permintaan keluarga Almarhum Bripda Taufan Tsunami, korban bom bunuh diri di Kampung Melayu. Permintaan itu adalah meminta salah satu anggota keluarga meneruskan jejak Taufan menjadi seorang polisi.
"Kita akan catat ini, dan akan dilaporkan.
Insya Allah kita akan akomodir, karena itu menjadi kewajiban kita karena permintaan dari orang tua," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan ketika berkunjung ke kediaman
Almarhum Bripda Taufan Tsunami di Karanggan, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (31/5).
Menurut Iriawan,
Taufan merupakan sosok kebanggaan keluarga. Hampir semua keluarga menggeluti perdagangan, hanya almarhum yang menjadi seorang anggota polisi.
"Almarhum adalah sosok yang penurut kepada orang tua, bahkan jika tidak tugas, meluangkan waktu
membantu jualan beras. Menjadi kebanggaan apabila ada penerus dari Almarhum," ujarnya.
Adik kandung Taufan, D
enanda Putri Pamungkas (20) mengaku sejak awal ingin menjadi seorang
anggota polisi. Bahkan dia sempat ingin bersama mendaftar bersama dengan kakaknya.
"Akhirnya kuliah dulu ambil
jurusan kesehatan, sekarang sudah semester akhir," kata Denanda.
Selama kuliah, dia mengungkapkan, kakaknya terus memberikan semangat. Bahkan, jika sudah lulus kuliah, Taufan berjanji akan membantu mendaftarkan, dan mengantarkan segala keperluan.
"Kakak adalah orang yang bertanggung jawab," tutupnya
0 Comments